Perpustakaan Ibnul Qoyyim Putra

Perpustakaan Ibnul Qoyyim Putra
Logo Perpustakaan

Perpustakaan

Surganya para pecinta buku, tempat menambah wawasan, membuka jendela dunia, tempat berbagi pengalaman, dan tempat having fun.

Dengan blog ini, kami mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman-pengalaman menarik yang kami alami di perpustakaan.

So, read it and find it out!! :D
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2020

Masjid di Thailand

Masjid di Thailand bukanlah hal yang tabu. Jikalau Mesir terkenal dengan Negara dengan seribu Menara, maka Thailand memproklamirkan sebagai negara dengan seribu candi. Oleh karenanya, jika berkunjung ke Thailand akan sangat mudah menemukan candi-candi dan bahkan wisatanya pun juga wisata candi. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Thailand menganut agama budha maka candi dan kuil sebagai tempat ibadah akan mudah ditemukan. Kuil yang terkenal di Thailand adalah ‘Wat Phra Kiew’ yang terletak di ‘Kraton’-nya Thailand. Ada juga ‘Wat Pho’ dan ‘Wat Arun’ yang terletak masih di sekitaran area Kraton tersebut. 

Namun disini tidak akan membahas tentang candi di Thailand, akan tetapi sisi lain dari Thailand tentang Islam. Tentang bangunan ibadah umat Islam, yakni Masjid atau disebut ‘Masayid’. Meskipun tidak semudah menemukan kuil atau candi, masjid pun sebenernya bisa ditemukan. Masjid ini biasanya dibangun di kawasan orang-orang beragama Islam, atau bisa disebut ‘Kampung Muslim’. Di area Bangkok sendiri terdapat banyak kampung Muslim. Di mall-mall besar pun juga disediakan ‘Hong Lamart’ atau Musholla untuk sholat. Kalau di kampus-kampus, biasanya terdapat komunitas mahasiswa muslim yang mengajukan ruangan untuk dijadikan tempat sholat.

Masjid Ton Son adalah masjid yang pertama kali dibangun di Thailand. Keterangan tentang masjid ini bisa dilihat di papan yang terpasang di depan Masjid. Tertulis disana bahwa Masjid ini dibangun pada tahun 1688. Pada mulanya Masjid ini bernama ‘Kudi Yai’ yang diambil dari nama daerah tersebut yakni ‘Kudi Bangkok Yai’. Kudi bermakna rumah ibadah, sedangkan Bangkok Yai adalah nama daerah tersebut. Pada tahun 1952, Masjid ini direnovasi karena bangunan lama banyak yang termakan usia.

Nama ‘Ton Son’ dalam bahasa Thailand berarti ‘Pohon Pinus’. Hal ini dikarenakan pada jaman dahulu disekitar Masjid terdapat banyak pohon pinus yang batangnya digunakan untuk membuat kapal. karena dahulu transportasi utama di Thailand adalah kapal. Kebetulan lokasi Masjid ini berada di pinggir sungai Chao Phraya, berseberangan dengan ‘Grand Palace’ (Kraton).

Diawal tadi dijelaskan bahwa mayoritas penduduk Thailand menganut agama Budha, maka mereka menggunakan sistem kremasi kepada orang yang meninggal. Oleh karenanya, di setiap masjid akan ditemukan area perkuburan untuk orang-orang Muslim yang meninggal. Sama halnya dengan Masjid Ton Son ini. Disini terdapat nisan tua yang terbuat dari kayu. Kayu ini pemberian dari Raja Thailand yang ke-5 yakni Raja Chulalongkorn untuk pemilik makam tersebut, beliau adalah Syeikuh Islam ke-6 di Thailand. Hal ini memperlihatkan bagaimana hubungan antara pihak kerajaan dengan Syeikhul Islam kala itu, atau secara umum adalah penerimaan Thailand terhadap agama Islam.

Tidak jauh dari Masjid Ton Son dan dipisahkan dengan sebuah kanal, terdapat Masjid tertua kedua yakni Masjid Bangluang yang dibangun pada tahun 1784. Masjid Bangluang ini bisa dibilang unik karena menggunakan gaya arsitektur dengan kearifan lokal. Bangunan Masjid ini mempunyai desain khas bangunan Thailand dengan atap segitiga. Bagian dalam Masjid pun juga menggunakan gaya interior lokal. Ini merupakan satu-satunya Masjid di Thailand yang menggunakan desain lokal. Mihrab masjid diberi ornamen yang khas. Hiasan yang istimewa terdapat pada atap Masjid yakni ukiran ‘Bunga Lotus’ atau bunga Seroja berwana ungu dengan ukiran kaligrafi ‘Muhammad’ di tengah bunga tersebut. Bunga lotus memiliki makna filosofis yang tinggi bagi orang Thailand. Sebagaimana di Masjid Gedhe Kauman, banyak simbol-simbol filosofis yang mengingatkan orang pribumi tentang agama Islam, begitu pula kiranya Masjid Bangluang ini didirikan. 

Untuk mencapai Masjid Ton Son dan Masjid Bangluang aksesnya lumayan mudah karena terletak di dekat dengan area Keraton Kerajaan yang biasanya menjadi tujuan utama wisata Bangkok. Komplek wisata sekitar Keraton Thailand adalah : Wat Pho – Keraton (Wat Phra Kiew) – Wat Arun. Nah dari ketiga lokasi tersebut, Wat Arun berada di sisi seberang sungai. Jadi untuk menuju Wat Arun harus menggunakan kapal penyebrangan. Dari Wat Arun inilah kedua Masjid bersejarah itu bisa dicapai. Sekiranya dengan berjalan kaki memerlukan waktu 10-30 menit tergantung kemampuan dan kecepatan dalam berjalan. Dari Wat Arun masuk ke pemukiman menuju jalan Arun Amarin, dan belok ke arah kiri. Disarankan untuk menyebrangi jalan, jadi berjalan di sebelah kanan jalan. Jalan lurus sekitar 300 meter. Ketika melihat jalan naik (jembatan), jangan naik mengikuti jalan, tetapi memilih tetap jalur bawah. Masjid berada di kanan jalan.

Untuk menuju Masjid Bangluang, dari jalan yang tadi dilewati untuk mengikuti jalan naik guna menyeberangi kanal. Ikuti jembatan tersebut sampai ujung jembatan dan berputar balik melalui jalur bawah. Lurus saja sekitar 50 meter akan ditemukan gang di kiri jalan dan tanda Masjid Bangluang. Masuk ke gang tersebut dan ikuti jalannya sampai menemukan Masjid Bangluang di sisi kiri jalan.

Jadi ketika mengunjungi Thailand, alangkah baiknya selain mengunjungi tempat wisata dan candi-candi juga mengunjungi Masjid-masjid disana. Selain untuk beribadah, ini juga bisa menambah wawasan keislaman tentang Thailand. Berikut ini beberapa alamat masjid-masjid di area Bangkok yang bisa dijumpai:

1.      Masjid Ton Son (Ton Son Mosque) : 447 Arun Amarin Rd, Wat Arun, Bangkok Yai, Bangkok 10600

 

https://www.google.com/maps/place/Ton+Son+Mosque/@13.7388274,100.4886202,18.01z/data=!4m5!3m4!1s0x30e299010b53337b:0x70a4f2eae1b19bb1!8m2!3d13.7400423!4d100.4886677

 

2.      Masjid Bangluang (Bangluang Mosque): 151 Arun Amarin Rd, Wat Kanlaya, Thon Buri, Bangkok 10600

 

https://www.google.com/maps/place/Bang+Luang+Mosque/@13.7388274,100.4886202,18.01z/data=!4m5!3m4!1s0x30e2990193ac6b3d:0xd77c6cff501ec7dc!8m2!3d13.7380999!4d100.4893

 

3.      Masjid Indonesia (Indonesia Mosque Bangkok): Polo 5 Alley, Lumphini, Pathum Wan District, Bangkok 10330

 

https://www.google.com/maps/place/Indonesia+Mosque/@13.733652,100.5470151,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x30e29f20808d0b4d:0x4e96e6d296f82153!8m2!3d13.733652!4d100.5492038

 

4.      Masjid Jawa (Jawa Mosque Bangkok): ซอย เจริญราษฎร์ 1แยก 9 Yan Nawa, Sathon, Bangkok 10120

https://www.google.com/maps/place/Masjid+Jawa+ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦗꦮ/@13.7158489,100.5215933,19z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x30e298c910399be9:0x809d0f41419e6e28!8m2!3d13.7158489!4d100.5221405

 

5.      Masjid Darul Aman (Darul Aman Mosque) : 453 Phetchaburi 7 Alley, Thung Phaya Thai, Ratchathewi, Bangkok 10400

 

https://www.google.com/maps/place/Darul+Aman+Mosque/@13.7540616,100.5285581,18.54z/data=!4m18!1m12!4m11!1m3!2m2!1d100.5238249!2d13.7151714!1m6!1m2!1s0x30e298c910399be9:0x809d0f41419e6e28!2zTWFzamlkIEphd2Eg6qap6qax6qeA6qaX6qa26qai6qeA6qaX6qauLCDguIvguK3guKIg4LmA4LiI4Lij4Li04LiN4Lij4Liy4Lip4LiO4Lij4LmMIDHguYHguKLguIEgOSBZYW4gTmF3YSwgU2F0aG9uLCBCYW5na29rIDEwMTIw!2m2!1d100.5221405!2d13.7158489!3m4!1s0x30e29ecb2f7ef005:0x5de760aaafdc3cb8!8m2!3d13.7542989!4d100.5300535

 

6.      Masjid Jami’ul Khoiriyah (Jami'ul Khoiriyah Mosque) : 485/1 ถนน บรรทัดทอง Thanon Phetchaburi, Ratchathewi, Bangkok 10400

 

https://www.google.com/maps/place/Jamiul+Khairiyah+Mosque/@13.7503533,100.5245024,19.78z/data=!4m18!1m12!4m11!1m3!2m2!1d100.5238249!2d13.7151714!1m6!1m2!1s0x30e298c910399be9:0x809d0f41419e6e28!2zTWFzamlkIEphd2Eg6qap6qax6qeA6qaX6qa26qai6qeA6qaX6qauLCDguIvguK3guKIg4LmA4LiI4Lij4Li04LiN4Lij4Liy4Lip4LiO4Lij4LmMIDHguYHguKLguIEgOSBZYW4gTmF3YSwgU2F0aG9uLCBCYW5na29rIDEwMTIw!2m2!1d100.5221405!2d13.7158489!3m4!1s0x30e29933e7833c2f:0x1988124539564ef2!8m2!3d13.7506691!4d100.5245288

 

7.      Masjid Islamic Center Thailand : 2 ซอย รามคำแหง 2 Suan Luang, Bangkok 10250

 

https://www.google.com/maps/place/The+Foundation+of+the+Islamic+Centre+of+Thailand/@13.7440905,100.6042442,19.78z/data=!4m18!1m12!4m11!1m3!2m2!1d100.5238249!2d13.7151714!1m6!1m2!1s0x30e298c910399be9:0x809d0f41419e6e28!2zTWFzamlkIEphd2Eg6qap6qax6qeA6qaX6qa26qai6qeA6qaX6qauLCDguIvguK3guKIg4LmA4LiI4Lij4Li04LiN4Lij4Liy4Lip4LiO4Lij4LmMIDHguYHguKLguIEgOSBZYW4gTmF3YSwgU2F0aG9uLCBCYW5na29rIDEwMTIw!2m2!1d100.5221405!2d13.7158489!3m4!1s0x30e29e3a41eb59ff:0x41261808f31fbcf9!8m2!3d13.7444168!4d100.6044573

 

8.      Masjid Al-Atiq (Dekat Asiatique Riverfront) : 226 Charoen Krung Rd, Wat Phraya Krai, Bang Kho Laem, Bangkok 10120

 

https://www.google.com/maps/place/Masjid+Al+Atiq/@13.7026836,100.5037222,17.69z/data=!4m5!3m4!1s0x30e298976f8c45c1:0x2a27db2fff463e49!8m2!3d13.7026309!4d100.5032998

 

9.      Masjid Bangkok (Bangkok Mosque) : ซอย สุรวงศ์ แขวง บางรัก เขตบางรัก กรุงเทพมหานคร 10500

 

https://www.google.com/maps/place/Bangkok+Mosque/@13.7276635,100.519321,17z/data=!4m8!1m2!2m1!1smasjid!3m4!1s0x0:0xb79cb54586fe962e!8m2!3d13.7272218!4d100.5194407

 

10.  Masjid Haroon (Haroon Mosque): 25 Charoen Krung Rd, Bang Rak, Bangkok 10500

 

https://www.google.com/maps/place/Haroon+Mosque+مسجد%E2%80%AD/@13.7255259,100.5145437,17z/data=!4m8!1m2!2m1!1smasjid!3m4!1s0x0:0xbd827f2db27acdbf!8m2!3d13.7255262!4d100.5145437

 

 

Dan berikut ini lokasi musholla di beberapa Mall besar di Bangkok:

 

1.      MBK mall (MBK Praying Room):

mushola pria berada di lantai 6, dan mushola wanita di lantai 5 ‘Zone D’. Berada di posisi sama hanya berbeda lantai. Jika dari pintu BTS (sky-train) naik ke lantai 6 dan gunakan lajur kanan. Lurus saja ikuti lajur tersebut sampai ditemukan tanda tempat sholat di arah exit.

 

2.      Siam Paragon (Siam Paragon Praying Room):

Berada di lantai Basement ‘B1’. Cara mudah menuju kesana adalah dengan menggunankan ‘South Lift Lobby’ dari lantai manapun. Kemudian menuju lantai basement dan keluar lift akan langsung menemukan Mushola tersebut.

 

3.      Central World (Central World Mall Praying Room):

Lantai 1 F Eden Zone.

 

4.      Icon Siam (Icon Siam Mall Praying Room):

Lantai Basement ‘B2’. Dari pintu masuk (dari jalan raya bukan dari sungai) langsung cari lift di sebelah kanan. Tekan lantai B2, dari lift belok kiri dan keluar dari pintu kaca, akan terlihat disana ruang sholat.

 

5.      Terminal 21 (BTS Asok) Sukhumvit :

Lantai 3 Istanbul area. Jalan menuju parking area melalui 4 street atau 5 street.  Keluar dari sana akan menemukan mushola tersebut.  

 

Jumat, 29 Mei 2020

Mengenal Nanopartikel


Secara Bahasa, nanopartikel terdiri dari dua kata yakni ‘nano’ dan ‘partikel’. Nano merupakan satuan untuk ukuran, nanometer, merujuk pada satuan pengukuran untuk panjang dalam SI (sistem internasional) dan partikel adalah sebuah objek. Maka nanopartikel bisa diartikan sebagai sebuah objek yang memiliki ukuran nanometer. 1 meter setara dengan 1.000.000.000 nanometer atau disingkat 109 nm. Jadi seumpama kita memiliki sebuah tali dengan panjang 1 meter, untuk mendapatkan ukuran nanometer maka tali tersebut harus dipotong sama panjang sebanyak 1.000.000.000 kali. Nah terbanyang kan betapa kecilnya ukuran nanometer tersebut?

 

Gambar 1. Tangga Ukuran

 

Benda berukuran nanometer atau kemudian disebut nanopartikel, sangatlah kecil dan diperlukan mikroskop electron (Scanning Electron Microscope, SEM) untuk bisa melihatnya. Karena ukurannya yang sangat kecil, nanopartikel memiliki beberapa keunggulan dari pada benda berukuran lebih besar (bulk-particle). Salah satunya adalah luas permukaan (surface area). Luas permukaan adalah total dari luas sisi muka sebuah benda. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh berikut ini:

Seandainya kita memiliki sebuah kotak kubus dengan ukuran 1 cm disetiap sisinya, maka luas permukaannya adalah :

A         : 1 cm x 1 cm x 6 (jumlah permukaan dalam kubus)

                       : 6 cm2

Jadi untuk kubus dengan panjang sisi 1 cm kita mendapat luas permukaan 6 cm2.

Kemudian mari kita bandingkan dengan nanometer (nm) yang mana 1 cm setara dengan 10.000.000 nm atau 107 nm. Jadi jika kita memiliki sebuah kubus dengan sisi 1 cm dan kita potong-potong menjadi ukuran 1 nm, maka kita akan mendapat kubus sejumlah:

Karena kubus merupakan benda 3 dimensi, maka pembagiannya menggunakan rumus volum bangun dengan menyetarakan cm ke nm, yakni:

Volum kubus (1 cm) x jumlah benda =    volum kubus (1 nm) x jumlah benda (dalam nm)

107 nm x 107 nm x 107 nm x 1          =          1 nm x 1nm x 1 nm x ‘Z’

1021 nm3 x 1                                      =          1 nm3 x ‘Z’

‘Z’                                                      =          1021 nm3 / 1 nm3

‘Z’                                                      =          1021 kubus

Jadi ketika kita memiliki sebuah kubus dengan ukuran sisi 1 cm dan kemudian kita potong menjadi berukuran nanometer akan didapatkan kubus sejumlah 1021 buah (angka yang fantastis!). Nah, setelah ini, mari kita coba ukur luas permukaannya yuk!

A’ (luas permukaan dlm nm)   = luas kubus (nm) x jumlah permukaan x jumlah kubus

                                                = 1 nm x 1 nm x 6 x 1021

                                                = 6 x 1021 nm2

Nah disini kita mendapat angka 6 x 1021 nm2, yang belum terlihat istimewanya dimana, selain pangkatnya yang banyak. Untuk melihat keistimewaannya, mari kita rubah satuannya ke dalam cm dan dibandingkan dengan kubus diawal.

A’  =  6 x 1021 nm2  =  6 x 1021 nm2  x (10-14 cm2/nm2)  

                                 =  6 x 107 cm2 = 1000 m2

Dibandingkan dengan luas permukaan kubus diawal yakni A = 6 cm2, maka ketika kita memotong kubus tersebut menjadi berukuran nanometer dan menjumlahkan seluruh dari kubus tersebut akan didapatkan luas permukaan menjadi sekitar 10.000.000 kali lipat. Dapat kita lihat disini bahwa luas permukaannya bertambah sangat signifikan.

Lalu apa keutamaan dari luas permukaan yang berkali lipat ini? Permukaan dari suatu benda adalah bagian sensitive karena berhubungan langsung dengan lingkungan sekitarnya. Permukaan ini yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk menempel dengan benda lain, mengikat, menangkap, atau menyatukan benda lain, ini dianggap sebagai permukaan yang aktif.

Mari kita ibaratkan permukaan yang aktif ini sebagai sebuah tangan. Ketika kita hanya mempunyai kubus yang berukuran 1 cm, maka hanya mempunyai tangan sebanyak 6 buah oleh karenanya, kemampuan tangan ini terbatas. Namun kemudian jika kemudian kita memiliki jumlah tangan yang berkali lipat, maka kemungkinan untuk menempel dan berikatan menjadi lebih besar. Seperti itulah ibarat keunggulan dari luas permukaan yang lebih lebar.

Selain itu, karena ukurannya yang sangat kecil, nanopartikel memiliki kemampuan untuk menempati ruang lebih besar daripada benda berukuran lebih besar. Semisalkan keranjang yang diisi dengan bola basket dan kelereng, maka isi keranjang dengan kelereng lebih padat daripada jika diisi bola basket.

Demikianlah pengenalan terhadap nanopartikel. Banyak manfaat dari nanopartikel ini dalam berbagai aplikasi. Ukuran benda kecil ini dalam Al-Qur’an disebut dengan ‘dzarrah’ (QS. Al-Zalzalah, ayat 7-8). Tetapi apakah nanopartikel itu seukuran dengan ‘dzarrah’? ataukah dzarrah lebih kecil lagi dari nano? Karena masih ada satuan yang lebih kecil dari nano yakni angstrom.

Sabtu, 26 Juli 2014

Identifikasi Serat Bambu Anti Ultra Violet

The target of this research is to determine the kinds of bamboo fibre for Ultra Violet resistant protective textile material. The main prospect is Ultra Violet resistant hijab. Hijab is used for head protection of woman and required for muslimah also protects from ultra violet light. Thus, ultra violet resistant hijab can be more comfortable and supportable for daily activities. This research uses simple method for taking the fibre of bamboo that soften the bamboo by soaking in water or solution of sulfuric acid or sodium hydroxide during specific time. This method can extract bamboo without breaking the molecular structures inside. The fibre is taken from softened bamboo then tested the ultra violet resistant. Then, will be known the kind of bamboo that better on ultra violet resistant.

Key word : Bamboo, Fibre, Ultra Violet Resistant

download paper here ,

Minggu, 23 Maret 2014

Contoh dan arti irregular verb U - Z

U
unbear
unbore
unborn / unborne
unbear
unbend
unbent
unbent
meluruskan
unbind
unbound
unbound
memperlonggar
unbuild
unbuilt
unbuilt
unbuild
unclothe
unclothed / unclad
unclothed / unclad
unclothe
underbid
underbid
underbid
menawarkan harga yd lebih rendah
underbuy
underbought
underbought
underbuy
undercut
undercut
undercut
menjual dgn harga yg lebih rendah
underfeed
underfed
underfed
kurang memberi makanan
undergo
underwent
undergone
mengalami
underlay
underlaid
underlaid
mendasari
underlet
underlet
underlet
underlet
underlie
underlay
underlain
mendasari
underrun
underran
underrun
underrun
undersell
undersold
undersold
menjual dgn harga yg lebih rendah
undershoot
undershot
undershot
menembak terlalu rendah dr
underspend
underspent
underspent
underspend
understand
understood
understood
memahami
undertake
undertook
undertaken
melakukan
underthrust
underthrust
underthrust
underthrust
underwrite
underwrote
underwritten
menanggung
undo
undid
undone
membuka
undraw
undrew
undrawn
undraw
unfreeze
unfroze
unfrozen
mencairkan
unhang
unhung
unhung
unhang
unhide
unhid
unhidden
Jangan sembunyikan
unhold
unheld
unheld
unhold
unknit
unknitted / unknit
unknitted / unknit
unknit
unlade
unladed
unladen / unladed
memperturunkan
unlay
unlaid
unlaid
unlay
unlead REGULAR
unleaded
unleaded
unlead REGULER
unlearn
unlearned / unlearnt
unlearned / unlearnt
belajar meninggalkan
unmake
unmade
unmade
unmake
unreeve
unreeved / unrove
unreeved / unrove
unreeve
unsay
unsaid
unsaid
unsay
unsew
unsewed
unsewn / unsewed
unsew
unsling
unslung
unslung
unsling
unspin
unspun
unspun
unspin
unstick
unstuck
unstuck
unstick
unstring
unstrung
unstrung
unstring
unswear
unswore
unsworn
unswear
unteach
untaught
untaught
unteach
unthink
unthought
unthought
unthink
unweave
unwove / unweaved
unwoven / unweaved
unweave
unwind
unwound
unwound
beristirahat
unwrite
unwrote
unwritten
unwrite
uphold
upheld
upheld
menegakkan
upset
upset
upset
bingung
V
vex
vexed / vext
vexed / vext
menyakitkan hati
W
wake
woke / waked
woken / waked
bangun
waylay
waylaid
waylaid
mencegat
wear
wore
worn
memakai
weave
wove / weaved
woven / weaved
menenun
wed
wed / wedded
wed / wedded
mengawinkan
weep
wept
wept
menangis
wet
wet / wetted
wet / wetted
basah
whet REGULAR
whetted
whetted
mengasah REGULER
win
won
won
menang
wind
wound
wound
angin
withdraw
withdrew
withdrawn
menarik
withhold
withheld
withheld
menahan
withstand
withstood
withstood
menahan
wring
wrung
wrung
memeras
write
wrote
written
menulis
X
Tidak ada irregular verb yang dimulai dengan “X.”
Y
Tidak ada irregular verb yang dimulai dengan “Y.”
Z
Tidak ada irregular verb yang dimulai dengan “Z.”